Cara Memilih Ketebalan Plastik UV yang Tepat untuk Green House
Membangun green house adalah investasi jangka panjang bagi siapa pun yang ingin meningkatkan kualitas hasil tani.
Baca Juga:
- Bunga Tulip, Jejak Sejarah yang Pernah Mengguncang Perekonomian Dunia
- Fakta Unik Putri Malu, Tanaman Sensitif yang Mampu Mengingat Sentuhan
- Simak 5 Hal Ini Sebelum Memutuskan Membeli Plastik UV untuk Atap Tanaman
Salah satu komponen paling krusial namun sering kali membingungkan adalah pemilihan atap plastik UV (Ultraviolet). Banyak pemula terjebak hanya melihat harga murah tanpa memahami satuan mikron, padahal ketebalan plastik sangat menentukan daya tahan bangunan dan kesehatan tanaman di dalamnya.
Apa Itu Satuan Mikron pada Plastik UV?
Dalam dunia plastik pertanian, ketebalan tidak diukur dengan milimeter biasa, melainkan dengan mikron (µm). Sebagai gambaran, 1 milimeter setara dengan 1.000 mikron. Plastik UV yang beredar di pasaran Indonesia umumnya memiliki ketebalan berkisar antara 150 mikron hingga 250 mikron.
Memilih ketebalan yang tepat bukan sekadar soal "semakin tebal semakin baik," melainkan soal keseimbangan antara beban konstruksi, jenis tanaman, dan anggaran yang tersedia.
Panduan Memilih Berdasarkan Ketebalan
Berikut adalah rincian penggunaan plastik UV berdasarkan ketebalannya:
1. Ketebalan 150 Mikron: Pilihan Ekonomis untuk Skala Kecil
Plastik dengan ketebalan 150 mikron biasanya menjadi pilihan favorit untuk urban farming atau kebun rumahan.
Kelebihan: Harga lebih terjangkau dan sangat ringan sehingga tidak membebani rangka (seperti bambu atau baja ringan tipis).
Kekurangan: Lebih rentan robek jika terkena ranting pohon atau angin kencang. Umur pakainya biasanya berkisar antara 1 hingga 2 tahun sebelum mulai menjadi getas akibat paparan matahari.
2. Ketebalan 170 - 200 Mikron: Standar Emas Perkebunan Komersial
Ini adalah ukuran "jalan tengah" yang paling banyak digunakan oleh petani profesional di Indonesia.
Kelebihan: Memiliki keseimbangan antara kekuatan mekanis dan transmisi cahaya. Plastik ini cukup kuat untuk menahan beban air hujan yang menggenang (jika kemiringan atap kurang ideal) dan lebih tahan terhadap gesekan rangka.
Kekurangan: Membutuhkan rangka yang sedikit lebih kokoh dibandingkan plastik 150 mikron karena bobot gulungannya yang lebih berat.
3. Ketebalan 250 Mikron ke Atas: Perlindungan Ekstrem
Biasanya digunakan untuk instalasi green house permanen dengan rangka besi yang besar atau di daerah dengan cuaca ekstrem.
Kelebihan: Sangat awet dan bisa bertahan hingga 5 tahun atau lebih. Sangat tahan terhadap robekan.
Kekurangan: Transmisi cahaya matahari sedikit lebih rendah karena lapisan plastiknya yang tebal. Jika tidak dilengkapi dengan fitur light diffusion yang baik, tanaman mungkin tidak mendapatkan cahaya yang optimal.
Faktor Lain yang Wajib Dipertimbangkan
Selain ketebalan mikron, ada satu faktor yang tidak boleh terlewatkan: Kandungan UV (Persentase %).
Biasanya plastik UV dijual dengan label 6%, 12%, atau 14%. Angka ini menunjukkan seberapa banyak bahan kimia UV Protector yang terkandung di dalamnya. Untuk wilayah tropis dengan matahari terik seperti Indonesia, sangat disarankan menggunakan kandungan minimal 14% agar plastik tidak cepat hancur terbakar matahari.
Tips Tambahan Sebelum Membeli
Sesuaikan dengan Rangka: Jika Anda menggunakan rangka bambu yang permukaannya kasar, pilihlah plastik yang lebih tebal (200 mikron) untuk meminimalisir risiko sobek akibat gesekan.
Perhatikan Lebar Plastik: Plastik UV biasanya hadir dalam lebar 3 meter, 4 meter, hingga 6 meter. Pilihlah lebar yang paling sedikit menghasilkan sambungan untuk menghindari kebocoran di masa depan.
Cek Sertifikasi: Pastikan plastik memiliki fitur anti-dust agar debu tidak mudah menempel dan menghalangi sinar matahari masuk.

.png)
0 Response to "Cara Memilih Ketebalan Plastik UV yang Tepat untuk Green House"
Posting Komentar