5 Langkah Mudah Budidaya Alpukat Aligator agar Cepat Berbuah
Alpukat aligator kini menjadi primadona di dunia hortikultura Indonesia. Bentuknya yang unik memanjang layaknya moncong aligator serta ukurannya yang jumbo (bisa mencapai 1–1,5 kg per buah) menjadikannya peluang bisnis yang sangat menggiurkan. Menariknya, varietas ini dikenal lebih genjah atau lebih cepat berbuah dibandingkan jenis alpukat lokal lainnya.
Baca Juga:
- Cara Menanam Kecipir di Pekarangan Rumah hingga Panen Melimpah
- Jual Plastik UV Tahan Panas untuk Kebutuhan Pertanian
- Papyrus Mesir, Tanaman Unik dengan Sejarah Panjang dan Fungsi Modern
Namun, potensi tersebut tidak akan maksimal tanpa perawatan yang tepat. Berikut adalah 5 langkah mudah bagi Anda yang ingin mulai membudidayakan alpukat aligator agar pohon cepat berbuah dan menghasilkan kualitas jempolan.
1. Pemilihan Bibit Unggul (Hasil Grafting)
Langkah paling krusial adalah memilih bibit. Jangan sekali-kali menanam dari biji jika ingin cepat panen. Alpukat dari biji memerlukan waktu 7–10 tahun untuk berbuah. Pilihlah bibit hasil grafting (sambung pucuk) atau okulasi yang sudah berumur minimal 6 bulan. Pastikan bibit memiliki batang yang kokoh, daun hijau segar, dan bebas dari serangan hama ulat maupun kutu daun.
2. Persiapan Lubang Tanam dan Media yang Kaya Nutrisi
Alpukat aligator membenci kondisi tanah yang becek atau tergenang air (waterlogging). Buatlah lubang tanam dengan ukuran 60 x 60 x 60 cm.
Campurkan tanah galian dengan pupuk kandang yang sudah terfermentasi (matang) dengan perbandingan 1:1.
Tambahkan sedikit sekam bakar untuk menjaga porositas tanah.
Diamkan lubang tanam selama 1–2 minggu sebelum bibit dimasukkan agar gas-gas beracun dalam tanah hilang.
3. Pengaturan Jarak Tanam dan Sinar Matahari
Seringkali pemula menanam bibit terlalu rapat karena ingin populasi banyak. Padahal, alpukat aligator membutuhkan ruang tajuk yang luas dan sinar matahari penuh (minimal 8 jam sehari) untuk proses fotosintesis yang maksimal.
Jika ditanam di lahan terbuka, gunakan jarak minimal 6 x 6 meter. Sinar matahari yang cukup akan merangsang pembentukan bunga lebih cepat dibandingkan pohon yang ternaungi.
4. Teknik Pengairan dan Pemupukan Rutin
Pada masa awal pertumbuhan (vegetatif), pastikan tanaman mendapatkan air yang cukup, terutama saat musim kemarau. Namun, saat tanaman sudah masuk usia dewasa (sekitar 2–3 tahun), mulailah melakukan pemupukan rutin.
Pupuk NPK: Berikan setiap 3–4 bulan sekali.
Pupuk Organik: Taburkan kompos atau pupuk kandang setahun dua kali untuk menjaga mikroorganisme tanah.
Booster Buah: Saat pohon dirasa sudah cukup besar, berikan pupuk dengan kandungan Kalium (K) dan Fosfor (P) yang tinggi untuk memicu pembungaan.
5. Pruning (Pemangkasan) Secara Berkala
Banyak pemilik pohon merasa sayang untuk memotong dahan, padahal pemangkasan adalah kunci agar pohon tidak hanya tumbuh tinggi, tapi juga rimbun dan produktif. Pangkaslah tunas air dan cabang yang tumbuh tidak beraturan atau kering. Pemangkasan membantu distribusi nutrisi fokus pada pembentukan bunga dan buah, bukan hanya untuk pertumbuhan daun.
Kesimpulan Budidaya alpukat aligator sebenarnya tidak sulit asalkan Anda konsisten dalam perawatan. Dengan mengikuti lima langkah di atas, pohon alpukat Anda yang biasanya baru berbuah di tahun ke-4 atau ke-5, bisa mulai belajar berbuah pada usia 2,5 hingga 3 tahun setelah tanam.


0 Response to "5 Langkah Mudah Budidaya Alpukat Aligator agar Cepat Berbuah"
Posting Komentar